I

Posted On April 19, 2011

Filed under Tak Berkategori

Comments Dropped leave a response

Aku tidak pernah lupa saat pertama kali kita bertemu, saat kau mengenakan baju dan sweater hijau. Saat itu kau memandangku dengan tatapan yang sangat ku kenal. Padahal aku tak pernah mengenalmu. Aku sakit, oleh rasa yang tak seharusnya, tetapi masih sulit untuk kuakui.

Sekian lama dari deretan pasir kau yang sempurna, seperti gugusan karang dan ombak yang terngiang di telinga jiwaku.
Aku tak pernah muluk-muluk, harus mengikuti mereka, kata mereka. Kau seperti ini itu, bisa kah kau mengijinkanku untuk lebih mengerti kamu?
Kau , mengapa selalu tampak nyata di mimpiku, tp tampak mimpi di alam nyataku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s