Salah
aku menemukan jingga sederhana
kehitaman namun ia berkilau bak tetesan pasir samudra
aku menggenggamnya tanpa ragu
karena yang tampak adalah sesuatu yang tak tampak
aku berdiri di desir angin yang sedang berbaris
mereka melihatku yang sedang asik
sedih, kala melihatmu tertawa bersamanya
memadankan cinta yang kau bangga
melambai menyimpan merdu kasihnya
sesungguhnya aku tak mampu melihatnya
aku tak bisa memahaminya!!
aku mencintaimu pelan-pelan
menelusup berbaur harapan
menyusun unsur-unsur agar bisa kau rasakan
dengan begitu aku bisa dekat dengan jiwa yang kau kembangkan
lewat kasih Tuhan aku memulai, lewat kuasa Tuhan aku mengakhiri.
September 15, 2009